Rabu, 08 April 2015

MEMPERBAIKI DAYA INGAT BERMASALAH





Introduksi

Penyair Yunani Simonides, yang hidup di tahun 477 SM memiliki daya ingat yang luar biasa. Ia mampu mengingat identitas semua tamu undangan yang hadir dalam suatu pesta yang ia kunjungi. Untuk keperluan penyidikan Simonides membantu dalam mengidentifikasi para tamu   yang tertimbun reruntuhan bangunan, saat  tempat pesta tersebut tiba-tiba runtuh, dan mengakibatkan hampir semua pengunjung tewas.
 Apa yang dilakukan Simonides ketika itu ? Ternyata selama berada dalam pesta itu, Simonides membayangkan orang-orang yang berada di sekeliling meja tempat pesta itu diadakan. Sehingga ia ingat betul para tamu  yang berada di tempat pesta itu beserta identitasnya masing-masing. Sejak saat itu , metode mengingat seperti yang dilakukan Simonides ini disebut metode lokus, dan  dianggap sebagai alat pengingat di masa Yunani kuno. (Douglas J. Herrmann, 1999 : 2 )




Hal-hal yang Mempengaruhi Daya Ingat

 Masalah daya ingat sangat berkaitan dengan masa kecil seseorang. Apabila masa kecilnya mendapat banyak rangsangan, latihan, berada dilingkungan yang memungkinkan mengenal banyak hal, akan mempertajam daya ingat yang dimiliki.  Bila selama belajar mengenal  berbagai objek yang ada disekeliling anak situasinya menyenangkan, mendapat bantuan orang dewasa, tanpa banyak larangan dan hukuman, maka otak mereka akan mampu merekam  setiap potong informasi yang dikenalnya. Ada waktu-waktu tertentu yang memungkinkan otak manusia memiliki daya rekam luar biasa. Adapun masa berharga dan waktu yang paling tepat untuk belajar  bagi anak adalah sejak anak mengenali lingkungannya sampai usia 5 tahun.  Pada masa  itu anak paling mudah dan senang menyerap apa saja, dan belajar apa saja tanpa mengenal menyerah.. Keinginan belajar ini timbul sendiri.
 Pada usia 4 tahun, sebenarnya anak telah mencapai separuh kecerdasannya, sampai usia 8 tahun  80%, setelah 8 tahun  20%. Selama 4 tahun pertama  perkembangan kecerdasannya, sama baiknya dengan perkembangan selama  13 tahun berikutnya..(Joan Beck, 2000 : 24 - 25). Setelah lebih dari 17 tahun, kecerdasan didapat dengan berbagai cara,  dan dirangsang secara sungguh-sungguh  melalui berbagai pertolongan.
Selain pengaruh kehidupan masa kecil, orang yang gemar membaca akan memiliki daya ingat yang tajam daripada yang tidak. Kebiasaan membaca  mempengaruhi kerja otak. Selama kegiatan membaca, otak akan bekerja mengorganisasikan isi wacana, berupa memahami, menyusun kembali, atau  mendokumentasikannya. Kebiasaan memberdayakan kerja otak seperti bermain teka-teki silang, bermain catur, cerdas cermat, atau kegiatan yang menggunakan kerja otak akan  turut mengaktifkan  ingatan.
 Faktor-faktor lain seperti keterampilan berbahasa, keadaan fisik, mental,  kesehatan, usia, status sosial, keadaan lingkungan, makanan yang dikonsumsi juga besar pengaruhnya terhadap daya ingat.
Yang penting adalah bagaimana agar daya ingat yang kita miliki ini tidak memalukan pemiliknya. Misalnya dengan teman sendiri lupa namanya, akan mandi keliru  masuk ruang makan, akan  mengambil suatu lupa, sehingga harus kembali ke tempat semula. 

 Mendongkrak Daya Ingat yang Ngadat

 Persoalan daya ingat ini sangat menjadi masalah besar terutama bagi para pelajar, karena menyangkut masalah nasib hidup di masa mendatang. Sangat menyedihkan jika apa yang  diajarkan guru yang baru saja disampaikan berlalu saja tanpa sisa, demikian mudah lenyap tak berbekas dalam ingatan. Tak ada yang nyangkut di kepala. Memang ada cara memperbaiki daya ingat dengan bantuan seorang psikolog  atau ahli syaraf, namun biayanya sangat mahal untuk ukuran masyarakat ekonomi lemah. Lalu apa solusinya?
Banyak cara yang telah ditawarkan untuk menggugah daya ingat untuk mengingat apa yang semestinya diingat dalam berbagai keperluan. Dimulai dari menggunakan jembatan keledai ( keledai dikenal sebagai tokoh binatang yang sangat bodoh), berbagai akronim dan singkatan, mengurutkan nomor abjad, memberi tanda-tanda khusus, dan cara lain , yang penting mudah untuk mengingat. Cara tersebut banyak digunakan orang dan  dan sampai sekarang masih berlaku.
Douglas J. Herrmann dalam bukunya Daya Ingat Super  mengatakan bahwa,   “Untuk membantu sistem daya ingat agar bekerja lebih baik, dengan cara mempertinggi tingkat perhatian dan dengan membagikan perhatian melalui suatu teknik daya ingat yang  disebut manipulasi. (Douglas J. Herrmann, 1999 : 11).
Apa yang dikatakan Douglas tersebut dapat dipraktikkan dalam memahami apa yang sedang dijelaskan guru sehari-hari di kelas. Perhatikan dengan penuh konsentrasi apa yang  akan diingat, lalu gandakan. Lakukan berulang-ulang. Pengamatan berulang akan memadatkan daya ingat, daripada sekali mempelajarinya secara mendalam. Perhatian sekilas, informasi yang kita terima   akan segera  lewat dari ingatan kita. 
Apabila yang perlu diingat adalah suatu nama, istilah, informasi  secara tertulis, dengan cara mengamati tulisan itu  tajam-tajam sedikitnya satu menit, dan baca atau sebut pelan-pelan 3 –4 kali  dengan penuh perhatian. Selain menyebutkan berulang-ulang dilihat juga tanda-tanda khusus yang ada, atau memberi tanda khusus secara imajinatif.
Kalau yang perlu diingat dua hal atau lebih, maka perlu dibuatkan jembatan penghubung sesuai ciri masing-masing. Misalnya nama-nama planet, urutan tertentu, suatu struktur organisasi, urutan kegiatan, atau yang lain. Untuk menghafalkan rumus dengan membentuk kalimat pendek, frase, kata, atau nama tertentu, yang mudah diingat.  Untuk menghafalkan  beberapa nama orang sekaligus, perlu diasosiasikan dengan ciri khususnya.  Misalnya :  Deny – tinggi semampai, Tatang – hitam manis, Lisa – rambut panjang dan lain-lain.
Bila kebetulan akan mengingat  nama -nama benda,  tempat,  suatu peristiwa, biografi tokoh, dapat dibentuk nyanyian yang diciptakan sendiri atau  kata –kata ritmis, dapat juga dengan permainan kata. Mengahafalkan syair lagu yang panjang lebih mudah ketimbang menghafalkan 10 baris puisi.

Fiksasi pada  Objek

         Untuk memperhatikan sesuatu perlu pemusatan pikiran pada satu titik objek yang akan kita ingat. Hal ini memerlukan situasi yang tenang tanpa gangguan. Ingatan akan buyar bila ada gangguan baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Misalnya takut, benci, marah, sakit, sedih, kecewa, dan lain-lain. Sedang gangguan dari luar misalnya suara gaduh, adanya keributan, suara radio yang sangat keras, suara kendaraan dan lain-lain.
Agar yang kita perhatikan tidak hilang bersama gangguan keparat itu, perlu menetralisasikannya lebih dahulu, karena kita perlu memfiksasikan atau melekatkan apa yang kita ingat pada otak kita. Walaupun ada orang dengan tipe distributif, yaitu orang yang mampu membagi perhatian, seperti sopir, pembajak, pemain sepak bola, atau yang lain, namun demikian untuk mengingat sesuatu memerlukan perlakuan khusus karena mengingat sesuatu, tidak hanya butuh perhatian tetapi yang sangat penting adalah adanya pemusatan pikiran yang hanya bisa dilakukan dengan memfokuskan pada satu hal saja.


Untuk mengingat sesuatu perlu berpikir atau mengabstraksikan dan fantasi yaitu mencoba membayangkan pemecahan suatu soal yang belum pernah dihadapi. Dua hal ini memegang peranan penting.( Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,1968 : 23).
Contoh-contoh di atas hanyalah  sebuah tawaran yang sifatnya mana suka. Bukan anjuran apalagi pemaksaan. Orang pasti memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalah daya ingat masing-masing.




DAFTAR PUSTAKA



Beck, Joan, 2000. Meningkatkan Kecerdasan Anak. Jakarta : Pustaka Delapratasa.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1968. Psikologi III. Djakarta
Herrmann, Douglas J. 1999. Daya Ingat Super ( Program Kilat Penyempurnaan Daya Ingat). Jakarta : Pustaka Delapratasa.
Imam Barnadid, Sutari. Prof. Dr. 1995. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Yogyakarta : Andi Offset.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar